Gedung Ekraf Diproyeksikan Menjadi Pusat Ekonomi Kreatif Kutai Kartanegara
(Kabid Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar, Zikri Umulda/pic:tanty)
POSKOTAKALTIMNEWS,KUKAR: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara
(Kukar) tengah mempersiapkan Gedung Ekraf untuk menjadi pusat ekonomi kreatif
yang terus berkembang, memberikan dukungan maksimal bagi para pelaku industri
kreatif di Kukar.
Kepala Bidang Pengembangan
Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara (Dispar Kukar), Zikri
Umulda, menjelaskan gedung yang dirancang sebagai pusat pertunjukan dan
kegiatan ekonomi kreatif ini diharapkan dapat menjadi wadah yang mendukung
pertumbuhan sektor kreatif di daerah tersebut.
“Untuk optimalisasi
penggunaan Gedung Ekraf memang sempat ditargetkan untuk selesai tahun ini,
tetapi ada beberapa kendala teknis yang menyebabkan Gedung Ekraf ini, baru akan sepenuhnya dapat dimanfaatkan pada
tahun 2026,” ungkap Zikri Kamis (10/04/2025).
Zikri mengatakan proses
pembangunan gedung sudah hampir rampung, namun penyelesaian akses jalan menuju
gedung masih dalam tahap pengerjaan.
“Dari rapat dengan Dinas
Pekerjaan Umum (PU), tahun ini fokus pada penyelesaian akses jalan, sehingga
gedung belum bisa digunakan sepenuhnya," katanya
Selain menjadi pusat
kegiatan ekonomi kreatif, Zikri menyebutkan Gedung Ekraf juga dikonsep agar
dapat menjadi tempat berkumpulnya para pelaku seni, pertunjukan hiburan, dan kreator
muda yang ingin mengembangkan ide-ide inovatif mereka.
“Konsep pengembangan
kawasan ini juga telah kita rencanakan bersama Bappeda, dengan harapan bahwa
gedung ini akan menjadi salah satu ikon penting dalam dunia ekonomi kreatif di
Kutai Kartanegara,” tandasnya
Zikri juga menambahkan
bahwa kawasan Pujasera yang terletak dekat dengan Gedung Ekraf akan dikelola
dalam satu kesatuan untuk mendukung kegiatan tersebut.
“Model pengelolaannya akan
mengadopsi konsep yang diterapkan di Simpang Odah Etam (SOE) dengan sistem yang
lebih tertata dan profesional, tanpa melibatkan ormas atau praktik pungutan
liar,” terangnya.
"Kami ingin Gedung
Ekraf menjadi tempat yang bisa dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat dan pelaku
industri kreatif, dengan transparansi yang jelas dalam setiap kegiatan yang
ada. Semua pertunjukan akan dikelola secara profesional dengan sistem
pembayaran yang terorganisir," tambah Zikri
Lanjut Zikri, selain
kawasan sekitar Gedung Ekraf, seperti Simpang Odah Etam dan Titik Nol, juga
sedang dikembangkan sebagai destinasi wisata dan etalase pertunjukan yang akan
memperkaya kegiatan seni dan budaya di Tenggarong.
“Dengan pengelolaan yang
matang dan terkonsep kami ingin kawasan ini dapat menjadi tempat yang
menggairahkan dan strategis bagi industri kreatif di Kukar,” tutupnya.(Adv/Tan)